Polaroid
L4net.jw.lt Sat-06-26 22:06


ARTIKEL MOTIVASI|KATA-KATA MOTIVASI|KATA-KATA MUTIARA TOKOH


ARTIKEL MOTIVASI<< 1234567

10 Perbedaan antara pemenang dan pecundang

1. Jika seorang pemenang melakukan kesalahan, ia akan berkata “Saya salah”. seorang pecundang akan berkata “Ini bukan salah saya”
2. Seorang pemenang percaya bahwa kemenangannya adalah keberuntungan meskipun ia bukan keberuntungan. Seorang pecundang percaya bahwa kekalahannya adalah nasib buruk meskipun itu bukan nasib buruk.
3. Seorang pemenang bekerja lebih keras daripada pecundang dan memiliki lebih banyak waktu. Seorang pecundang selalu ‘terlalu sibuk’; terlalu sibuk dengan kegagalan
4. Seorang pemenang berani melangkah melewati kegagalan. Seorang pecundang hanya berani mengelilinginya
5. Seorang pemenang menunjukkan penyesalannya dengan memperbaiki segalanya dimasa depan. Seorang pecundang mengatakan dirinya menyesal, tetapi kemudian mengulang kembali kesalahannya.
6. Seorang pemenang tahu apa yang harus diperjuangkan dan apa yang harus dikompromikan. Seorang pecundang melakukan kompromi atas apa yang seharusnya tidak dikompromikan dan memperjuangkan apa yang tidak bernilai untuk diperjuangkan.
7. Seorang pemenang akan mengatakan “Saya baik, tapi tidak sebaik yang seharusnya”. Seorang pecundang akan mengatakan “Ya, saya tidak seburuk orang- orang lain”
8. Seorang pemenang akan menghormati orang yang di atasnya dan akan berusaha belajar dari mereka. Seorang pecundang membenci orang- orang yang ada di atasnya dan berusaha mencari kesalahan mereka
9. Seorang pemenang bertanggung jawab lebih dari pekerjaannya. Seorang pecundang akan berkata “Pekerjaan saya hari ini.”
10. Seorang pemenang akan berkata, “Pasti ada jalan lain yang lebih baik untuk mengerjakannya.” Seorang pecundang akan berkata, “Mengapa diubah? Bukankah itu cara yang sudah selalu dilakukan?” Semoga Bermanfaat

Dari : Denny, Richard.2007. Motivate to Win. Jakarta. PT. Gramedia.

Cara Berpikir Kritis
June 9th, 2010 by
Rahmat Mr. Power
Untuk
memahami cara
berpikir kritis, seberapa
hari lalu, saya membuat
sebuah pertanyaan untuk
latihan dan mengetahui
sejauh mana kita
berpikir. Pertanyaan
tersebut adalah:
Polisi: “Anda ditilang
karena menerobos lampu
merah. ” Pengendara:
“Saya melihat lampu
hijau jadi saya jalan terus.
Bapak cari-cari kesalahan
saya saja !” Menurut Anda,
siapa yang salah?
Ada 84 jawaban yang
masuk. Setelah saya
analisa satu persatu,
ternyata ada 4 jawaban
yang benar berikut
dengan alasannya.
Sebenarnya, jawaban
yang benar lebih dari 4,
tetapi tidak menyertakan
alasan atau alasan yang
salah. Sementara
keempat jawaban ini
benar dan menyertakan
alasan yang cukup kritis
saat melihat
permasalahan.
Saya memang sengaja
membuat pertanyaan
sedemikian rupa
sehingga hanya orang
yang tahu cara berpikir
kritis saja yang akan
bisa menjawab. Dan,
ternyata hanya 4 orang
saja. Artinya hanya
sekitar 5% saja yang
berpikir kritis.
Saya tidak tahu dengan
sisanya. Apakah mereka
menjawab dengan serius
atau bercanda. Mudah-
mudahan bercanda.
Hanya saja jangan
menjadi sebuah
kebiasaan selalu
melihat masalah
dengan bercanda
karena cara berpikir
kritis akan hilang dari
kita.
OK, ini jawaban yang
menurut saya benar:
Akhmad Sehabudin:
pengendara yang salah,
karena istilah menerobos
lampu merah itu berarti
lampu merah dalam
keadaan menyala, nah si
pengendara mengatakan
saya melihat lampu hijau,
tapi tidak jelas apakah
hijau menyala atau tidak
CMIIW
Robi Suherman:
pengendara…karena
pengendara hanya
menyebutkan bahwa dia
melihat lampu hijau
tetapi tidak
menyebutkan dia
melihat lampu hijau
menyala…
Pelangi Digoel:
Ad 3 lampu, lampu
merah, kuning, hijau.
Pengendara cma lhat
lmpu hijau bkn lampu
hijau yg menyala. Jd dia
yg salah. Hehe
Ganesha Van Walker:
Kalau saya…MenuruT
pengalaman saya sama
temend2 saya yg suka
kena tilang …Yang salah
tUw si pengendara…Krna
dia Cuma liat lampu hijau
yg sedang tidak
menyala …
Memang banyak yang
menjawab bahwa
pengendara salah, tetapi
tidak memberikan alasan
atau alasan yang
diberikan salah. Kuncinya
disini ialah saya tidak
menyebutkan lampu
mana yang menyala
secara langsung. Saya
menyebutkan
“ menerobos lampu
merah” yang
mengandung makna
bahwa lampu merahlah
yang menyala.
Selamat untuk keempat
orang tadi diatas yang
tahu cara berpikir kritis
dan menggunakan
kemampuan tersebut
sehingga mampu
menangkap apa yang
saya sembunyikan.
Hikmah: Mudah-
mudahan kita
menerapkan cara
berpikir kritis saat
menerima berita dari
berbagai sumber
sehingga tidak asal
menerima berita begitu
saja.

BERUBAH ITU LANGKAH DEMI LANGKAH
October 26th, 2010
by Rahmat

Banyak
orang yang ingin berubah.
Namun dia merasakan begitu
sulit berubah. Apa
penyebabnya?
Anda pernah membaca artikel
Bisakah Memakan Sepeda?
Saat pertanyaan ini diajukan
kepada peserta pelatihan saya,
jawabannya macam-macam.
Banyak yang mengatakan tidak
mungkin. Bagaimana bisa
memakan sepeda? Mereka
anggap saya hanya bercanda.
Padahal, orang yang memakan
sepeda bukan fiktif bukan juga
bercanda. Ini benar, adanya
tercatat di Guiness Book of
Record. Bahkan katanya, sudah
terpecahkan oleh orang yang
memakan Harley Davidson.
Wow!
Bagaimana bisa? Inilah
kuncinya. Ini adalah kunci yang
bisa membuat perbedaan
sangat mendasar. Pemahaman
inilah yang menjadikan
seseorang menjelma menjadi
orang hebat atau tidak. Inilah
rahasia berubah !
Rahasia Berubah Itu
Langkah Demi Langkah
Orang bisa memakan sepeda,
bahkan Harley Davidson, karena
mereka memakannya secara
bertahap. Pemakan sepeda
memotong-motong sepedanya,
bahkan dihancurkan, kemudian
dimakan sedikit demi sedikit.
Akhirnya dia bisa
menghabiskan sepeda (masuk
ke dalam perutnya) dalam
waktu 3 bulan.
Lama? Iya, memang lama. Tetapi
berhasil. Jika sepeda hanya
pelototi saja. Jika kita hanya
memikirkan bagaimana cara
makan sepeda sekaligus, kita
bisa menyerah. Langsung saja
kita mengatakan: “Mustahil!”
Begitu juga dalam berubah. Jika
Anda ingin menjadi
seseorang yang lebih baik,
mulailah berubah. Langkah
demi langkah, jangan
berpikir sekaligus. Saat kita
berpikir bahwa kita harus
berubah sekaligus, meski mulut
tidak berucap, pikiran bawah
sadar kita akan mengatakan itu
mustahil. Apa akibatnya? Dia
tidak mengambil langkah untuk
berubah.
Bagaimana kita bisa menghafal
Al Quran? Bukankah banyak
sekali? Para penghafal Al Quran
menghafal ayat demi ayat,
bahkan bisa jadi satu ayat pun
di potong-potong dulu agar
mudah menghafalnya.
Berubah itu selangkah demi
selangkah. Sama seperti Anda
makan, sesuap demi sesuap.
Berubah Sedikit Tetapi
Kontinyu
Sepotong demi sepotong,
sepeda pun habis dimakan.
Selangkah demi selangkah, para
pelari marathon pun bisa
melalui puluhan kilo meter.
Putaran demi putaran ban
mobil Anda, ratusan kilo meter
pun bisa ditempuh.
Jangan anggap sepele
perubahan yang kecil atau
sedikit. Jika dilakukan secara
kontinyu, akan membawa
perubahan besar dalam hidup
Anda. Seorang trainer
(Wiwoho) pernah mengatakan
Kesuksesan besar adalah
kasil dari kumpulan
kesuksesan-kesuksesan
kecil .
Rasulullah saw, dengan indah
bersabda:
Amalan-amalan yang paling
disukai Allah ialah yang lestari
(langgeng atau
berkesinambungan) meskipun
sedikit. (HR. Bukhari)
Lakukanlah perubahan itu,
meski pun kecil, sebab tidak ada
yang kecil jika kita melakukan
secara terus menerus, langkah
demi langkah.
Siap-siap…. berubah!







MARIO TEGUH
Sahabat Indonesia
yang sedang dalam perhatian
penuh kasih
dari Tuhan Yang Maha Perkasa,
yang keindahan hati dan
hidupnya
ditentukan oleh kepatuhannya
kepada yang benar.
Jika diri Anda dan yang Anda
lakukan
menyemangati orang lain untuk
menjadi
pribadi baik yang berupaya
membaikkan
kehidupan diri dan keluarganya,
Anda sudah menjadi pemimpin.
Jangan ragukan tugas
kekhalifahan Anda
dalam kehidupan ini.



MARIO TEGUH
Kita bisa
melompat-lompat dengan
semangat tinggi,
tapi jika kita tidak segera
melakukan yang harus kita
lakukan,
kita justru akan kehilangan
hormat kepada motivasi.
Jadikanlah motivasi Anda itu
seperti api dalam sekam.
Tidak terlihat, tidak terdengar,
tetap tampil bersahaja,
tapi tak putus bekerja
membangun nilai, dan
memperluas jaringan.
Setelah itu, Anda akan menjadi
The Hot New Name In Town.
Amien
Mario Teguh